“Saya merasa... sayalah ‘keranjang sampah Mas Pram’ untuk hal-hal yang tidak dapat, tidak tepat, atau tidak pantas dikemukakannya kepada orang lain. Maka, jika hal-hal yang bersifat pribadi tersebut diterbitkan, itu semata-mata merupakan... pernyataan tanggungjawab saya terhadap pembaca karya-karya Mas Pram, terhadap khalayak Indonesia khususnya, dan dunia umumnya. Saya catat semua ini se…
Vulgar karena temanya sensitif dengan bahasa lugas apa adanya, cenderung kasar, hingga membuat panas yang membaca. Kontroversial karena membahas sejarah keruntuhan Majapahit yang disembunyikan pihak tertentu karena alasan politis. Juga karena isinya mendiskreditkan umat Islam sebagai penganut agama mayoritas di Jawa. Maka karya ini terlarang pada zamannya. Namun Darmagandhul sakral karena menga…
Buku ini mengangkat isu struggle anak rantau yang harus jauh dari ibunya, mereka yang kehilangan orang tua dan orang yang tumbuh dari keluarga yang tidak ideal. Mengangkat konsep narasi ganda—dari anak dan untuk anak; membuat pembaca tidak hanya merasa disuarakan perasaannya, tetap juga merasa didengar, dan dikuatkan.
Buat kamu yang sering bertanya, “aku yang dulu ke mana, ya?” Mungkin kamu akan menemukan jawabannya di sini. Bahagia, atau tidak, mengenang masa kecil adalah hal yang dirindukan atau mungkin sangat menyakitkan. Namun, bahagia atau tidak kita saat kecil, apakah ada yang bisa menjamin dewasanya akan benar-benar bahagia? Saatnya berpelukan dengan masa lalu dan merayakannya dengan tangisan yang…
Ini adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gamblang, terang-terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat. Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hitam. Jutaa…
Hujan adalah janji setia langit kepada bumi. Tak perlu ditunggu, ia pasti datang. Kita terjebak pada hujan yang sama, tetapi tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku. Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tak bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, mengalahkan rasa lainnya. Jarak kita tak jauh. Namun, tak bisa bertatapan, apalagi berbi…
Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhawatiran, juga kecemasan yang sejatinya mungkin tidak pernah ada. Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku. Tentang seorang kakak yang mengorbankan apapun agar adik-adiknya bisa sekolah. Tentang rasa sabar dan penerimaan. Tentang keluarga yang penuh perjuangan.
Apa yang kau lihat di savana? Rerumputan? Satu-dua pohon yang meranggas? Atau sapi dan kuda yang tengah merumput? Apa yang kau rasakan ketika di savana? Panas? Udara kering yang membuat dahaga? Atau semilir angin yang membuai? Kalau kau tanya aku. Maka aku jawab begini: Aku melihat ketangguhan di savana. Pada rumput yang kering, berwarna cokelat, terinjak. Tapi besok-besok tetap ada, meng…
Setelah tragedi G30S, ratusan pelajar dan delegasi Indonesia di luar negeri kehilangan kewarganegaraan. Mereka hidup tanpa paspor, tanpa pengakuan, dan menjadi orang buangan. Buku Tanah Air yang Hilang karya Martin Aleida menghadirkan 19 kisah nyata tentang kerinduan, kehilangan, dan cinta pada tanah air yang abadi.