Laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu. Aku mengambil sebagian untuk tiga judul puisi yang tak pernah selesai. Semesta yang menyimpan kesedihan adalah tempat di mana aku juga kau menuangkan banyak warna biru di setiap ingatan. Di dalamnya kita sama-sama tenggelam.
Barangkali mimpi terlalu jauh; pernah kulihat bianglala berputar seperti di pasar malam; namun ada yang tiba-tiba mencekikku. Barangkali mimpi terlalu jauh; pernah kulihat awan-awan tumbuh di halaman seperti taman; namun ada yang tiba-tiba menguburnya. Barangkali mimpi terlalu jauh; seseorang pernah berucap, “Jangan sedih,” seperti adegan sebuah film; namun ada yang tiba-tiba mematikan tomb…
Dalam sajak-sajak Oka Rusmini, warna lokalmencapai perluasan karena dibangun dari akarakartradisi yang mencerminkan kedudukanmanusia di tengah alam dan budaya tempatan.Dunia esoterik tidak hadir dalam keterasingan,tetapi hadir secara meriah dan tajam karenaia tidak hanya menyajikan segi-segi eksotisme,tetapi justru mengasah kritik sosial yangmencerminkan kepedulian terhadap dunia nyata.—Korri…
Perjumpaan itu membawa harap, membuatku cenderung berangkat pada ekspektasi. Meskipun aku tak tahu, patah diam bersembunyi menungguku lengah. Terlalu lekat akan kesukaan, membawaku pada goyah tanpa arah. Hingga aku tersadar oleh cinta-Nya, “Hanya pada-Ku, kamu pantas melekat.” Sejak itu, langitku jadi lebih merah muda. Bungaku jadi semakin bermacam warna. Alam melantunkan nyanyian lepas beb…
Ketawanya renyah banget. Pasti lukanya dalem, ya? Larinya jauh banget, pasti sembuhnya susah. Rasa ini terlalu lucu, ya; untuk diseriusin. Padahal bukan siapa-siapa.
Jika hari yang aku doakan semoga tak pernah datang itu benar-benar tiba, aku membayangkan bahwa aku akan menghadapinya dengan tangguh. Seolah aku tidak merasakan luka sedikit pun. Namun, kenyataan memang tak mudah. Aku justru menjadi seseorang yang paling kalah, hanya mampu berdiri di kejauhan, tak mampu menampilkan diriku lagi di hadapanmu, membendung air mata yang hampir tumpah, tak bis…