Laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu. Aku mengambil sebagian untuk tiga judul puisi yang tak pernah selesai. Semesta yang menyimpan kesedihan adalah tempat di mana aku juga kau menuangkan banyak warna biru di setiap ingatan. Di dalamnya kita sama-sama tenggelam.
Barangkali mimpi terlalu jauh; pernah kulihat bianglala berputar seperti di pasar malam; namun ada yang tiba-tiba mencekikku. Barangkali mimpi terlalu jauh; pernah kulihat awan-awan tumbuh di halaman seperti taman; namun ada yang tiba-tiba menguburnya. Barangkali mimpi terlalu jauh; seseorang pernah berucap, “Jangan sedih,” seperti adegan sebuah film; namun ada yang tiba-tiba mematikan tomb…